Beranjak SMP, aku bergabung ke ekskul PMR dan mengambil hasta karya sebagai bidangku. Saat itu aku justru mengeksplor lebih banyak hal. Sebagai anggota ekskul PMR, aku harus bisa dasar pertolongan pertama, dan itu seru sekali! Di lomba PMR perdanaku, aku ikut bidang baca puisi (karena waktu SD aku pernah juara juga) bahkan kali ini mendapatkan juara pertama. Aku yang awalnya cuma tertarik dengan karya sastra dan puisi, malah semakin suka setelah aku beberapa kali memenangkan lombanya.
Selain PMR, aku juga bergabung ke ekskul English Club (atau English Conversation, ya?). Prestasiku di bidang ini benar-benar nggak kelihatan! Dari kecil aku sudah ikut course, dan berhenti di kelas 3 SD soalnya kelas 4-6 SD aku sudah fullday sampai sore. Menurutku itu belum cukup keren untuk mengaku 'bisa berbahasa Inggris' karena cuma berdampak ke nilai bahasa Inggrisku aja. Baru lah di penghujung kelulusan, aku diikutkan lomba storytelling sama guru bahasa Inggris yang tahu perkembanganku bahkan sejak aku ikut course!
Di SMA? Aku rasa malah semakin abstrak. Karena didasari rasa penasaran dan alasan yang "ingin mencoba hal baru" itu membuat range kemampuanku terlalu luas. Aku ikut ekskul basket kali ini, dan saat itu pelatih basket di SMA sering banget sounding supaya aku bertahan karena menurutnya posturku bagus kalau dikembangkan menjadi shooter (bro berpikir akan keren kalau menjadi Midorima). Di waktu yang sama, aku masih bergabung untuk lomba FLS2N. Dengan ketidakkonsistenanku, aku mundur dari ekskul basket. Selain karena merasa, olahraga bukan passionku yang harus aku dalami, aku merasa tertekan aja harus mengikuti pace latihan ekskul basket putri (yang sering dapat juara itu). Latihan bersama teman-teman yang sudah familiar sama basket dari SMP juga rasanya semakin tertekan untuk mengejar, bukan makin buat aku bersemangat. Akhirnya, kali itu aku memutuskan lanjut di bidang seni dengan ikut cabang lomba baca puisi lagi. Karena pandemi masih berlangsung, lombanya diadakan langsung setingkat provinsi. Di pengumuman sih, namaku ada di urutan ke tujuh seprovinsi, tapi sedihnya aku nggak pernah dapat sertifikat yang menyatakan kalau aku masuk 10 besar (masih sedih). Di tahun berikutnya pun aku masih bergabung di tim FLS2N SMA... kali ini aku ikut desain poster yang sayangnya kurang dapat perhatian dan bimbingan, jadi benaran nggak dapat angka sama sekali.
Post a Comment